Sering qta gagal dan gagal dalam urusan yang namanya “cinta”, padahal usaha yang di lalukan sudah maksimal. Penuh perjuangan dan pengorbanan dengan kucuran air mata. Namun apakah cinta itu memang mesti dikejar dan dicari , padahal jika kita mengejar cinta, kadangkala cinta malah akan lari ketika kita bisa mendapatkannya. Dan ketika kita mencari cinta, maka cinta akan dapat hilang setelah kita temukan.
Repot jugakan?
Jika semua jalan yang ada sudah tertutup maka kita harus menciptakan jalan baru. Jangan lagi mengejar cinta, jangan lagi mencari cinta. Tapi, ciptakan cintamu sendiri di create. tapi gimana caranya? namanya juga mencipta, jadi pasti harus ada proses mencipta. Pasti ada bahan baku agar dapat mencipta.
Proses mencipta adalah membuat diri qta layak untuk dicintai oleh siapa saja. Bahan bakunya adalah attitude qta. Jadi, dengan menciptakan cinta. qta yang men-create sendiri. Seperti apa cinta yang qta inginkan. Bahan bakunya, qta harus memiliki sifat yang peduli dengan orang lain. Sifat yang mau mengalah dan tidak egois. Sifat yang menerima semua perbedaan dan lain-lainnya. dan, belajar mencinta kekurangan orang lain. karena ketika qta dapat mencintai kekurangan dan kejelekan orang lain maka qta akan dengan mudah untuk mencinta kelebihan dan keindahan orang lain.
Sehingga, cinta itu sebenarnya ada dalam diri qta. Bukankah qta sering meminta orang untuk mencintai qta, dan untuk memperhatikan qta?
Tapi faktanya kebanyakan dari qta selalu mengejar cinta. Seakan-akan ketika cinta itu sudah qta dapat maka qta merasa berhak untuk menguasai cinta itu sebagai upah atas upaya qta mengejarnya. Begitu juga dengan mencari cinta. Ketika cinta tersebut sudah kita temukan, maka qta merasa berhak untuk menjajah cinta itu sebagai upah atas upaya qta mencarinya.
Apakah qta memang patut untuk di cintai ?